Sastra

Terbukanya Semua Rahasia

Terbukanya Semua Rahasia

“aku“ membalut luka yang tak terperi
dengan dzikir dan segurat cinta
tak pernah hati seriang ini
meneguk air dalam suka cita

“ku”ambil pelana itu
lembut perlahan “ku” naiki kuda putih
mengharap belai dan hamparan rindu
kuda berlari mengejar ruh yang bersih

tinggalkan akalmu wahai kawan
jangan pernah hati mengeluh
lepaskan ikatan akal yang bermajikan
dengan ruh dalam terangnya suluh

Senandung Lir-Ilir

Bisakah luka yang teramat dalam ini nanti bisa sembuh.
Bisakah, kekecewaan, bahkan keputus asaan yang mengiris-iris hati berpuluh-puluh juta saudara kita ini pada akhirnya akan kikis.
Adakah kemungkinan kita akan merangkak naik ke bumi, dari jurang yang teramat dalam dan curam.
Akankah api akan berkobar-kobar lagi.
Apakah asap akan membumbung tinggi dan memenuhi tanah air.
Akankah kita semua akan bertabrakan lagi satu sama lain, jarah-menjarah lagi satu sama lin dengan perngorbanan yang tidak terkirakan.

Berlangganan Sastra