Identifikasi Kepercayaan Masyarakat tentang Tabu Makanan

Masalah gizi sangat erat kaitannya dengan asupan makanan. Penentuan jenis makanan juga terkait dengan nilai budaya atau berdasarkan kepercayaan yang hidup secara turun-temurun di masyarakat. Sering ditemukan nilai-nilai budaya ini menghambat anggota masyarakat untuk mendapatkan makanan yang mengandung nilai gizi yang tinggi bagi kebutuhan tubuh.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepercayaan yang berkembang di masyarakat berkaitan dengan  tabu makanan, dilihat korelasinya dengan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan status gizi anak usia Taman Kanak-Kanak. Sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 4-6 tahun dari orang tua yang menerapkan tabu makanan dan bersekolah di TK Al-Azhar 10 Jati Baru dan TK Negeri Pembina Tanjung Bintang Lampung Selatan. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Hipotesis awal dalam penelitian ini adalah terdapat korelasi antara pengetahuan gizi dengan tabu makanan dan status gizi anak usia Taman Kanak-Kanak. Hipotesis diuji menggunakan analisis statistik korelasi bivariate, yaitu korelasi tata jenjang (rank difference correlation) dengan tingkat keyakinan 95 % dan populasi sebanyak 37 orang, dilanjutkan dengan menghitung korelasi koefisien kontingensi dengan uji Chi-square ().

Kriteria uji yang digunakan adalah makin besar angka dalam indeks korelasi maka makin tinggi korelasi antar kedua variabel. Arah korelasi terlihat dari tanda positif untuk korelasi yang searah dan negatif untuk yang berlawanan arah. Tingkat signifikansi terlihat dari nilai  (chi-square) jika lebih besar atau sama dengan  tabel menunjukkan ada perbedaan yang signifikan. Jika kurang dari sama denga berarti tidak ada beda yang signifikan. Terima H1 jika  hitung >  tabel pada taraf uji 95%.

 

Berdasarkan hasil perhitungan uji korelasi SPSS versi 13 dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa  pengetahuan gizi ibu (X1) berkorelasi positif (koefisien korelasi 0,172) dan tidak signifikan (KK = 0.222 < KK max = 0.707) terhadap frekuensi jenis tabu makanan (X2). Nilai pada derajat kebebasan 2 adalah 1,925 <tabel yaitu 12,6. Diketahui bahwa frekuensi jenis tabu makanan berkorelasi positif dengan status gizi anak usia taman kanak-kanak (koefisien korelasi indeks BB/U sebesar 0,006 dan indeks TB/U 0,298). Tetapi korelasi tidak signifikan, dibuktikan dengan nilai KK 0,218 (BB/U) dan 0,307 (TB/U) < 0,707. Pengetahuan gizi ibu berkorelasi positif dan cukup signifikan terhadap status gizi anak (KK 0,730 > KK max  0,707 ; nilai 39,114 (BB/U) dan 42,169 (TB/U)). Dengan  demikian hipotesis kerja diterima, terdapat korelasi tapi tidak signifikan antara pengetahuan gizi ibu (X1) dengan frekuensi jenis tabu makanan (X2), tabu makanan (X2) dengan Status gizi (Y) dan terdapat korelasi positif signifikan antara pengetahuan gizi ibu (X1) dengan Status gizi (Y).

 

Kata Kunci : Status Gizi anak, Tabu Makanan, Pengetahuan gizi, Menu.

Komentar kamu