Beranda Sains Pelajaran seru dari Menangkap Lalat

Pelajaran seru dari Menangkap Lalat

0
Pelajaran seru dari Menangkap Lalat
sumber https://www.rentokil.co.id/lalat/jenis-lalat/

Seperti hari biasanya, saya berangkat ke sekolah dengan terburu-buru. Entah mengapa, walau sepagi apapun saya bangun, tetap saja terburu-buru. Sekedar mengingat pagi yang sibuk saja, sudah sangat menguras tenaga dan pikiran saya. pagi yang cerah ini saya mengajar di kelas 12 MIA. Masih seputar materi tentang pertumbuhan dan perkembangan, tapi kali ini bukan tumbuhan yang menjadi sasaran empuk kami bereksplorasi. saya katakan sasaran empuk karena memang kami belajar dengan sesuka hati, di luar rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah saya susun. Tak mengapa, yang terpenting bagi saya saat ini adalah mereka enjoy dulu dengan biologi. Apapun akan saya lakukan agar mereka menerima dan akrab dulu dengan biologi. Setelah itu, baru saya bisa masuk ke hati mereka….(cieee)

Kembali lagi ke pembahasan tentang menangkap lalat Drosophila melanogaster. Peserta kelas biologi pagi ini menyambut dengan penuh semangat dan terkesan menggampangkan. “hanya menangkap lalat…..hahahahaha, kecil” begitulah ujar mereka. saya beri waktu satu jam pelajaran untuk mereka berkompetisi mencari lalat buah. siapa yang tercepat dapat reward dari saya. Singkat cerita, semua kelompok yang sudah dibagi sebelumnya sibuk mencari tempat yang memungkinkan lalat Drosophila berkeliaran. Toples berisi pisang yang hampir busuk sebagai pancingan lalat mengeluarkan aroma wangi semerbak khas buah. Berharap lalat tergoda dengan aromanya. Satu jam pelajaran pun berlalu, belum ada satu pun kelompok yang berhasil menangkap lalat. Bergantian saya yang tertawa penuh kemenangan. Ternyata tak semudah yang kalian bayangkan. hmmm……..

Setelah dua jam pelajaran berlalu, akhirnya terperangkap lah seekor lalat rumah (Musa domestica) di salah satu toples berisikan pisang tadi. Siawa pun akhirnya menyerah, lelah mengejar lalat yang tak kunjung tertangkap. saya hanya tersenyum simpul melihat tingkah pola mereka. Ada siswa yang sampai baju nya kotor semua, berjuang menangkap seekor lalat. Ada juga yang terpaksa menahan bersin, tapi tidak bisa dan si lalat pun terbang. keseruan yang tak ada di RPP saya hari ini. Semua wajah antusias mengikuti perburuan lalat buah di sekitar sekolah. saya pun tidak kalah sumringah menyaksikan mereka bisa menikmati belajar biologi materi pertumbuhan dan perkembangan hewan hari ini. Tanpa mereka sadari, kita semua sedang berproses dalam pembelajaran karakter. satu kelas sempat ada yang saling sembunyikan toples nya berebut tempat yang strategis menangkap lalat buah. wah, seru sekali pembelajaran hari ini. selain dapat pembelajaran perkembangan hewan, mereka pun dapat pembelajaran karakter. saya pun mengajak mereka melakukan refleksi, agar mereka lebih paham pelajaran apa yang sedang dilakukan. ada banyak pelajaran karakter yang bisa terbentuk, diantaranya karakter bekerja keras (untuk menangkap seekor lalat buah), kerjasama tim (setiap kelompok harus bekerja sama agar lalat masuk perangkap, tidak meremehkan hal yang kecil (dengan meremehkan lalat kecil ternyata kita kalah pintar dengan lalat, lalat lebih pintar dan gesit dibanding kita yang berukuran tubuh lebih besar), pelajari dulu objek yang akan kita tuju (lalat punya sensor yang tajam) lalat yang dikejar, akan semakin menjauh, akibatnya tidak satupun yang masuk perangkap.

Alhasil, hari ini tak satu pun lalat buah yang tertangkap oleh siswa ku. Mereka terlalu bersemangat, sehingga si lalat beterbangan menjauhi perangkap yang mereka siapkan.

Baiklah saya akan ulas sedikit tentang si lalat, ada banyak macam lalat yang di sekitar kita.

Lalat rumah (Musca domestica)

Lalat rumah adalah pembawa utama penyakit. Mereka tertarik dengan segala macam makanan, termasuk makanan manusia, makanan hewan, pembuangan makanan, dan bahkan kotoran.

Lalat Rumah

Lalat hijau (Calliphora vomitoria)

Lalat hijau ( juga dikenal sebagai lalat tiup) dapat sering terlihat terbang di sekitar tempat sampah. Mereka tertarik dengan kotoran hewan dan hewan mati seperti yang terkenal sebagai pembawa penyakit. Nama mereka berasal dari warna-warni mereka yang mirip dengan botol berwarna biru metalik. Mereka memerlukan waktu 7-12 hari untuk menjadi dewasa.

Lalat Bluebottle

Lalat pasir (Spiriverpa Lunulata)

Lalat pasir dewasa dapat terlihat dari April – September. Mereka hidup di tepi sungai berpasir dengan habitat terbuka yang bebas dari bayangan pohon. Lalat betina lebih menyukai meletakkan telur mereka di tanah basah atau dalam air.

Ciri-ciri

  • Lalat dewasa panjangnya 10-11mm.
  • Badannya berwarna abu-abu pucat.
  • Mata berwarna coklat kemerahan.
  • Kaki berwarna coklat tua kemerah-merahan.

Lalat buah (Drosophila species)

Lalat buah pada umumnya ditemukan menginfestasi buah atau berkerumun di sekitar sisa fermentasi yang ditemukan di pub, kebun buah, dan lahan sayuran dan pabrik.

Lalat Buah

Ciri-ciri

  • Panjangnya 3mm.
  • Berwarna kuning-coklat atau belang-belang.
  • Mata berwarna merah terang.
  • Perut menggantung di penerbangan, yang lambat.
  • Cenderung melayang.
  • Mereka dapat berkembang biak di buah busuk, saluran air yang tidak bersih, dan bahkan peralatan pembersih.
  • Menjadi dewasa dalam waktu 7-30 hari.
  • Lalat dewasa hidup selama 2-9 minggu.
  • Dalam kondisi suhu ideal, lalat buah dapat menyelesaikan perkembangan mereka dalam sedikitnya 1 minggu.

Lalat limbah (Psychodidae)

Lalat limbah seringkali dihubungkan dengan tempat pembuangan sampah atau limbah, dimana larva memakan bahan organik seperti lumpur. Mereka juga dikenal dengan beberapa nama lain seperti: lalat pembuangan dan lalat ngengat.

Penghalang Lalat

Ciri-ciri

  • Panjangnya 2mm.
  • Warna tubuh gelapnya muncul seperti abu-abu.
  • Sayap padat ditutupi rambut dan seperti sedang memasang tenda di atas tubuh ketika beristirahat.

Lalat daging (Family – Sarcophagidae)

Ciri-ciri

  • Panjangnya 6-14mm.
  • Rongga dada berwarna abu-abu terang dan mempunyai 3 garis-garis gelap memanjang.
  • Perut juga berwarna abu-abu terang, bercorak bercak-bercak hitam untuk memberikan tampilan kotak-kotak.
Lalat kuda (Family tabanidae)

Lalat kuda merupakan hama khusus yang ada pada hewan ternak. Serangan gigitan tanpa henti dari lalat betina dapat menyebabkan pengurangan kenaikan berat badan pada beberapa binatang.

Lalat kuda jantan merupakan pemakan nektar dan serbuk sari serta paling aktif saat siang hari. Gigitan lalat kuda juga dapat sangat menyakitkan bagi manusia.

Mereka mempunyai bagian mulut yang berkerja seperti pisau kecil yang mana mereka gunakan untuk membuka kulit dengan gerakan seperti menggunting.

Lalat Kuda

Ciri-ciri

  • Lalat dewasa dapat mencapai panajng 25mm.
  • Berwarna hitam hingga coklat tua dengan mata hijau atau hitam.
  • Lalat jantan mempunyai mata yang bersebelahan yang dengan muda membedakan mereka dari lalat betina dimana mata mereka jauh terpisah.
  • Gigitan lalat kuda dapat sangat menyakitkan.

Sumber Jenis- jenis lalat https://www.rentokil.co.id/lalat/jenis-lalat/