Mengenal Archaebacteria dan Eubacteria

2
555

Bakteri merupakan organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas (kosmopolitan) dibandingkan mahluk hidup yang lain . Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri merupakan anggota kingdom monera. Adapun dalam system klasifikasi enam kingdom, monera dibedakan lagi menjadi Archaebacteria dan Eubacteria.

Ciri-ciri umum Archaebacteria dan Eubacteria adalah :

  1. Tidak mempunyai membran inti (karioteka) sehingga inti selnya dinamakan prokariotik.
  2. Uniseluler
  3. Mikroskopis
  4. Ada yang soliter dan sebagian berkoloni membentuk rantai, filamen, atau koloni lainnya
  5. Mampu memperbanyak diri dengan cepat
  6. Kosmopolitan, mampu hidup disemua lingkungan yang ada di muka bumi.

ARCHAEBACTERIA

Archaebacteria (Yunani, archaio = kuno) adalah kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan, tapi membran plasmanya mengandung lipid.

Ciri-ciri :

  1. Dinding sel tidak mengandung peptidoglikan, namun mengandung lipopolisakarida
  2. Hidup bebas, tidak ada yang parasit dan bersifat nonpatogen
  3. Merupakan organism ekstermofil, mampu hidup dilingkungan ekstrem seperti kawah gunung berapi, didasar samudra, danau laut mati dan dalam lumpur.
  4. Bentuk bervariasi, yaitu bulat, batang, spiral atau tidak beraturan
  5. Berukuran 0,1 – 5 mikron
  6. Reproduksi dilakukan dengan cara pembelahan biner, membentuk tunas atau fragmentasi.
  7. Dapat diwarnai dengan pewarnaan gram.
  8. Bersifat anaerob.

Klasifikasi Archaebacteria

Berdasarkan habitatnya, Archaebacteria dapat dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut:

  1. Halofilik,
    Bakteri halofilik adalah bakteri yang hidup di lingkungan yang berkadar garam tinggi, contohnya Halobacterium sp.
  2. Methanogen,
    Bakteri Methanogen adalah bakteri yang bersifat anaerob dan dapat menghasilkan gas metana (CH4) dari gas hydrogen dan CO2 atau asam asetat. Bakteri ini hidup di lingkungan yang memproduksi metan, misalnya rawa-rawa, dasar kolam, atau usus binatang, contohnya:
    Lachnospira multiparus, organisme ini mampu menyederhanakan pectin.
    Ruminococcus albus, organisme ini mampu menghidolisis selulosa.
    Succumonas amylotica, memiliki kemampuan menguraikan amilum.
    Methanococcus janashi, penghasil gas metana (CH4).
  3. Thermoasidofilik,
    Bakteri Thermoasidofilik merupakan bakteri yang dapat hidup di lingkungan yang mempunyai suhu dan tingkat keasaman tinggi, misalnya di kawah vulkanik dan mata air panas. Bakteri ini bersifat kemoautotrof yang dapat memanfaatkan H2S sebagai sumber energy seperti di kawah vulkanik. Contoh termoasidofilik adalah Pyrolobus fumarii  tumbuh dengan temperature optimum 106oC.

EUBACTERIA

Eubacteria berasal dari awalan “eu” yang berarti sejati dan “bacteria” yang berarti bakteri. Eubacteria adalah bakteri pada umumnya yang ada di sekitar kita dan sering kita temui dalam kehidpan sehari-hari.

Berikut ciri-ciri dari Eubacteria:

  1. Berupa organisme bersel satu (uniseluler).
  2. Belum memiliki membrane inti (prokariotik).
  3. Berukuran mikroskopis (rata-rata 1-5 mikron).
  4. Memiliki dinding sel dari bahan peptidoglikan.
  5. Bersifat cosmopolitan (mudah ditemui di mana saja).
  6. Tidak memiliki kloroplas maupun mitokondria.
  7. Umumnya bergerak menggunakan flagella.
  8. Dalam kondisi yang kurang menguntungkan akan membentuk endospora.

Struktur tubuh bakteri

struktur_bakteri

Struktur bakteri terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri
    Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula penyimpanan
  2. Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)
    Meliputi kapsul, flagelum, pilus, fimbria, klorosom, Vakuola gas dan endospora.

Struktur dasar bakteri :

  1. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan yaitu gabungan protein dan polisakarida (ketebalan peptidoglikan membagi bakteri menjadi bakteri gram positif bila peptidoglikannya tebal dan bakteri gram negatif bila peptidoglikannya tipis).
  2. Membran plasma adalah membran yang menyelubungi sitoplasma tersusun atas lapisan fosfolipid  dan protein.
    membran plasma
  3. Sitoplasma adalah cairan sel.
  4. Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma, tersusun atas protein dan RNA.
  5. Granula penyimpanan, karena bakteri menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan.
    granula penyimpanan

Struktur tambahan bakteri :

  1. Kapsul atau lapisan lendir adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu, bila
    lapisannya tebal disebut kapsul dan bila lapisannya tipis disebut lapisan lendir. Kapsul dan lapisan  lendir tersusun atas polisakarida dan air.
  2. Flagelum atau bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel.
    flagelum
  3. Pilus dan fimbria adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel, pilus mirip dengan flagelum tetapi lebih pendek, kaku dan berdiameter lebih kecil dan tersusun dari protein dan hanya terdapat pada bakteri gram negatif. Fimbria adalah struktur sejenis pilus tetapi lebih pendek daripada pilus.
    gambar fimbria
  4. Klorosom adalah struktur yang berada tepat dibawah membran plasma dan mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya untuk proses fotosintesis. Klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
  5. Vakuola gas terdapat pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis.
  6. Endospora adalah bentuk istirahat (laten) dari beberapa jenis bakteri gram positif dan terbentuk didalam sel bakteri jika kondisi tidak menguntungkan bagi kehidupan bakteri. Endospora mengandung sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora yang tebal tersusun atas protein dan menyebabkan endospora tahan terhadap kekeringan, radiasi cahaya, suhu tinggi dan zat kimia. Jika kondisi lingkungan menguntungkan endospora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru.
    gambar endospora

Macam-Macam Bentuk Bakteri

tabel_macam_bakteri