Ku Titip Cinta Pada Dunia

0
183

Detik yang dinanti di depan mata. Ujian Nasional berbasis Komputer 2018. Titik ini bukanlah akhir, tapi awal meniti langkah selanjutnya. Berat hati melepas langkah, tapi harus kau lewati masa. Rintik hujan menyambut dengan ceria, pagi yang bernuansa. Diiringi aroma aspal basah menggelitik lembut di kemoreseptor ku. Titip cinta pagi ini…

Tiga tahun telah kita lewati bersama. Meramaikan Delta dengan penuh cinta.
Kadang marah, kadang rindu. Silih berganti merenda nada. Begitulah masa akan berganti. Meninggalkan hati yang tak siap berkompetisi.

Jalan berat akan lebih mendaki. Kuatlah menapakkan kaki. Agar denyut nadi tak terhenti.
Teruslah merangkai mimpi. Doa kami menyertai. Berharap cinta Ilahi menyertakan asa.
Tongkatkan harap mu di atas kaki sendiri. Walau redup, pastikan cahaya itu tetap dalam genggaman. Agar benderang milik kita.

Waktu yang telah terlewati menoreh kisah. Suka, duka, canda, tawa, marah, benci. Menyatu dalam kidung cinta ibunda. Perjuangan baru dimulai. Pastikan diri siap menantang jaman. Jika kesempatan itu datang, peluk dengan sejuta senyum. Jangan biarkan berlalu pergi. Biarlah jiwa merengkuh rindu. Dunia menanti karya mu. Ubah sejarah dengan segenap jiwa dan raga.

Jauh melangkah, banyak dirasa
Ku titip cinta pada dunia
Jauhkan keluh dan juga kesah
Perbanyak syukur pada pencipta
Teguhkan tautan tali agama
Niscaya berkah mencapai cita
Ingatlah, prestasi itu utama, tapi jujur lebih utama

Jauh melangkah, banyak dirasa. Ku titip cinta pada dunia. Jauhkan keluh dan juga kesah. Perbanyak syukur pada pencipta.
Teguhkan tautan tali agama. Niscaya berkah mencapai cita. Ingatlah, prestasi itu utama, tapi jujur lebih utama.

Ridho Allah bersama langkah kaki penuntut ilmu. Yakinkan hati dengan cahaya Ilahi. Pastikan munajat di sepertiga malam. Proses tak akan mengkhianati Hasil. Tak ada instan yang membahagiakan.

Kidung rindu selalu menanti kemilau mimpi. Menunggu kabar tanpa henti. Meleleh doa dalam syahdu. Maafkan kami, belum bisa menjadi yang di gugu dan ditiru. Terima kasih telah mengajarkan arti merindu. Cinta ini akan selalu menanti bahagia mu

Untuk mu, d’frenscor

Cisoka – Tangerang, 9 April 2018