Selasa, 16 Agustus 2022

Ekosistem

Pengertian

Cabang biologi yang mempelajari ekosistem adalah Ekologi (oikos : rumah/tempat tinggal, logos : ilmu ), dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antar makhluk dengan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari makhluk hidup sebagai bagian kesatuan atau sistem dengan lingkungannya (Ernst Haeckel). Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik adalah faktor lingkungan, antara lain suhu, kelembapan, cahaya, dan topografi. Faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri atas hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Ekosistem merupakan suatu sistem dimana terjadi hubungan (interaksi) saling ketergantungan antara komponen-komponen di dalamnya, baik yang berupa makhluk hidup maupun yang tidak hidup. Hubungan saling ketergantungan antara komponen ekosistem sangat terorganisir, berlangsung secara dinamis sehingga terjadi keseimbangan lingkungan.

Komponen Penyusun Ekosistem

A. Berdasarkan sifatnya

Berdasarkan sifatnya, ekosistem tersusun atas faktor biotik dan faktor abiotik.

Faktor Biotik

Faktor biotik memiliki tingkatan organisasi di dalam ekologi yang meliputi individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer. Tingkatan organisasi tersebut dalam ekosistem akan saling berinteraksi, saling memengaruhi dan membentuk suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.

Individu : merupakan organisme tunggal misalnya seekor tikus, seorang manusia, dan sebatang pohon kelapa. Dalam mempertahankan hidup, individu mengalami adaptasi baik perilaku maupun struktur. Makhluk hidup beradaptasi terhadap lingkungannya melalui adaptasi fisiologi, morfologi, dan perilaku. Adaptasi Morfologi contohnya antara lain adalah gigi-gigi khusus, moncong, bentuk paruh, daun khusus pada tumbuhan dan bentuk akar. Adaptasi Fisiologi antara lain contohnya adalah kelenjar bau pada musang, kantong tinta pada cumi-cumi dan gurita, perubahan warna pada kadal, dan masih banyak lagi. Adaptasi Perilaku contohnya berpura-pura tidur atau mati pada tupai Virginia yang didekati anjing, migrasi pada ikan salem raja yang hidup di laut, pada saat mau bertelur ikan ini akan berkumpul di teluk untuk menuju ke sungai. ikan salem jantan akan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. setelah itu, telur yang menetas sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi leboh besar, ikan salem bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut.

Populasi : Kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. Ukuran populasi berubah sepanjang waktu yang disebut dengan dinamika populasi, yang dipengaruhi oleh faktor natalitas (kelahiran), mortalitas (kematian), serta migrasi (perpindahan), baik imigrasi maupun emigrasi.

Komunitas : Kumpulan dari berbagai populasi yang hidup pada suatu waktu dan daerah tertentu yang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Dalam komunitas, semua organisme merupakan bagian dari komunitas dan antarkomponennya saling berhubungan melalui keragaman interaksinya. Tempat hidup hewan atau tumbuhan disebut habitat. Aktifitas organisme dalam pemanfaatan sumber daya alam dan bagaimana organisme berpengaruh pada organisme lain, berkaitan dengan niche atau relung. Relung ekologis digambarkan sebagai kedudukan fungsional suatu organisme dalam komunitasnya. Keterbatasan sumber daya dalam suatu relung, akan diperebutkan oleh spesies-spesies yang ada, sehingga terjadi kompetisi.

Berdasarkan tingkatan trofik dan nutrisi, faktor biotik dibedakan menjadi dua, yaitu :

Komponen Autotrof : organisme uniseluler dan multiseluler yang memiliki klorofil sehingga dapat melakukan proses fotosintesis (produsen), misalnya fitoplankton, ganggang, lumut, paku, dan tumbuhan berbiji.

Komponen Heterotrof : organisme yang dalam hidupnya selalu memanfaatkan bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai bahan makanannya, terdiri atas herbivor (konsumen primer), karnivor yang memakan herbivor (konsumen sekunder), karnivor yang memakan karnivor lain (konsumen tersier), dekomposer, derta detritivor. Dekomposer adalah mikroorganisme yang menguraikan zat organik sisa tumbuhan atau hewan (detritus), seperti selulosa atau kitin, menjadi zat yang lebih sederhana. Contohnya bakteri dan jamur. Detritivor hidup dengan cara memakan serpihan tumbuhan atau hewan yag sudah mati, misalnya rayap, cacing tanah, dan hewan kaki seribu.

Faktor Abiotik

Komponen fisik dan kimiawi yang terdapat pada suatu ekosistem sebagai medium atau substrat untuk berlangsungnya suatu kehidupan. Komponen abiotik meliputi :

Udara; sekumpulan gas pembentuk lapisan atmosfer yang menyelimuti bumi. komposisi permanen udara bersih di atmosfer, yaitu 78% nitrogen, 21,94% oksigen, 0,032% karbon dioksida, dan gas lain Ne, He, Kr, Xe, H2, CH4, dan N2O. Udara berfungsi untuk menunjang kehidupan penghuni ekosistem.

Air; Air mengandung berbagai jenis unsur atau senyawa kimia dalam jumlah yang bervariasi, contohnya natrium, kalsium, amonium, nitrit, nitrat, dan fosfat. Jumlah unsur yang terkandung di dalam air bergantung pada kualitas udara dan tanah yang dilalui oleh air. Air dapat berubah wujud menjadi uap, cairan, atau es.

Tanah; tanah terbentuk karena proses destruktif (pelapukan batuan dan pembusukan senyawa organik) dan sintesis (pembentukan mineral). Komponen utama yang utama, yaitu bahan mineral, bahan organik, air, dan udara.

Garam mineral ; tumbuhan menyerap garam mineral dari dalam tanah untuk pertumbuhan. Hewan dan manusia memerlukan garam mineral untuk menjaga keseimbangan asam dan basa, mengatur kerja alat-alat tubuh, dan untuk proses metabolisme.

Sinar matahari ; sumber energi bagi seluruh kehidupan di muka bumi. Sebagian kecil sinar matahari yang mencapai permukaan bumi dimanfaatkan tumbuhan untuk proses fotosintesis dan diubah menjadi energi potensial dalam bentuk karbohidrat, lalu diubah tumbuhan menjadi energi kinetik oleh hewan dan manusia.

Suhu ; derajat energi panas yang berasal dari radiasi sinar, terutama matahari. Suhu udara tergantung garis lintang (latitude) dan ketinggian tempat (altitude). Suhu merupakan faktor pembatas bagi kehidupan dan memengaruhi keanekaragaman hayati di suatu ekosistem.

Kelembapan ; Kelembapan di suatu ekosistem dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari, angin, dan curah hujan. Kelembapan sangat memengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Daerah dengan tingkat kelembapan berbeda akan menghasilkan ekosistem dengan komposisi tumbuhan yang berbeda.

Derajat keasaman (pH) ; Keadaan pH tanah berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan. Tumbuhan akan tumbuh baik pada pH optimum, berkisar 5,8 -7,2. Nilai pH tanah dipengaruhi

Topografi ; adalah keadaan naik turun atau tinggi rendahnya permukaan bumi. Topografi memengaruhi keadaan iklim yang menyangkut suhu dan kelembapan. Topografi menentukan keanekaragaman hayati dan penyebaran suatu organisme.

Angin

Selain berperan menentukan kelembapan, juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.

Garis lintang

Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi.

Handout Materi dapat di download melalui: https://www.scribd.com/document/570453735/1630-EKOSISTEM

Artikel sebelumnya PHORIA MATA
Artikel BerikutnyaFenomena Gunung Es Keberkahan Ilmu
Erni Yunita
Erni Yunitahttp://karedok.net
Seorang Istri yang kebetulan juga seorang staf pengajar di salah satu Sekolah Menengah Atas di Tangerang. Lahir dan besar di Panggal-panggal, Baturaja, OKU. Menyelesaikan pendidikan di Universitas Lampung FKIP Pendidikan biologi. Sangat bersyukur dengan karunia tiga orang anak.
RELATED ARTICLES

Mari diskusi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments