Ketika aku kira ini sederhana, namun itu rumit buat nya. Ku rasa itu tak serumit pikirannya, namun tidak begitu dalam pandangannya. Kamis sering menyatukan asa dan rasa, tapi tetap saja berbeda cara menanggapi keadaannya. Aku yang penuh ambisi untuk mandiri, namun dia yang penuh ragu dan deretan hitungan matang. Kelemahan ku ada kekuatannya, namun sering kali menjadi penghalang untuk melangkah. Ku tau ini tak mudah, hanya saja tak ada lagi pilihan untuk diam atau mundur, hanya ada melangkah maju ke depan. Dengan kepasrahan utuh pada sang pemilik jiwa.
Aku tak sedang berangan-angan, aku sedang merajut mimpi-mimpi yang sering kau bisikkan sebelum tidur. Saat aku terjaga, aku coba menapaki satu demi satu agar terus mendekat ke impian kita. Tapi kau sering kali menahan ku dengan penuh tanggung jawab. Aku tidak sedang bermimpi, ini harapan dan jalan menapaki nya. Jika terus kau berhenti dan menahan, maka berat untuk kita bersama melangkah. Mari ke samping ku, berdampingan menapaki kelasnya perjuangan. Jangan menatap ku penuh curiga, kita tidak sedang bersangkutan dengan apapun atau siapapun.
Merajut mimpi memang melelahkan. Tapi mari kita tetap melangkah agar arus ini memberi tenaga tambahan dalam jalan kita. Diam hanya membendung arus, yang bisa kapan saja menghanyutkan kita. Percayalah… ridho allah untuk kita yang berjalan di jalan Nya.
