Sains

Bukti kebesaran Allah pada tulang ekor

Ilustrasi - Bukti kebesaran Allah pada tulang ekor

(Arrahmah.com) – “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )

Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.

Hewan Bersel Tunggal Ini Bereproduksi secara Seksual, bukan Membelah Diri

Trypanosoma .sp

Studi tentang reproduksi seksual mikroba membantu menjelaskan cara penyebaran penyakit dan pembentukan varian baru.

Para ilmuwan mengatakan apa yang terjadi antara dua parasit dapat berdampak besar pada manusia.

Peneliti Wendy Gibson mengatakan, bagi parasit bersel tunggal trypanosoma, seks adalah isu yang penting. Parasit ini dulunya diduga berkembang biak dengan cara membelah dua. Kini, tetapi para ilmuwan mengatakan mereka bereproduksi secara seksual.

Kasihan Nyamuk Jadi Terdakwa, Ternyata Nyamuk Bukanlah Pemakan Darah

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi orang yang kafir mengatakan, “apakah maksud Allah menjadikan ini perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu banyak orang yang diberiNya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang yang fasik
(Al Baqarah : 26)

Nyamuk sering dianggap sebagai makhluk hidup yang biasa dan tidak penting, bahkan justru seringnya mengganggu. Namun ternyata nyamuk ini sangat berarti untuk diteliti dan dipikirkan sebab di dalamnya terdapat tanda kebesaran Allah. Inilah sebabnya “Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu.”

Spesies Hewan Antartika

Sebuah survey di lakukan secara besar-besaran di Antartika (Kutub Selatan) oleh ilmuwan dari penjuru dunia. Pemegang kunci peranan dalam ekspedisi ini adalah National Institute of Water and Atmospheric Research dari Selandia Baru. Mereka dan para ilmuwan lainnya mengkolesi sekitar 30.000 binatang laut (banyak diantaranya baru bagi ilmu pengetahuan) selama penelitian sekitar 35 hati di perairan Antartika di bulan Februari dan Maret. Dari beberapa binatang unik dan belum diketahui berikut adalah 10 diantaranya.

Predator Ganas Penghasil Squalamine, Kandidat Senyawa Antivirus Baru Untuk Pengobatan

Ikan Hiu

IKAN HIU, predator perairan yang ganas dan sangat menakutkan bagi penghuni perairan. Namun siapa sangka ternyata dalam jaringan hati ikan hiu ditemukan sebuah unsur yang dapat digunakan sebagai antibiotik untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Unsur penting tersebut bernama Squalamine. Sebuah senyawa kimia yang ditemukan pada ikan hiu dogfish (Squalus acanthias) ternyata bisa membantu para ilmuwan mengembangkan senjata untuk melawan virus yang menyerang manusia.

Berlangganan Sains