Celoteh Sunyi Pada Malam

0
16

Dan pelihara lah dendam itu dalam sekam hatimu. Biarkan saja ia disana sampai akhirnya membakar seluruh bagian sehat dari hidupmu.

Dimanapun, pembenci akan selalu bermunculan. Berbalik membenci mereka menjadikan kita tak ubahnya seperti mereka.

Yakinlah semua perbuatan buruk akan kembali pada sang pelakunya. Begitu juga perbuatan baik.

Biarkan mereka merasa hebat dengan gelimangan jerih payah ibadah mereka yang tergerus oleh lisan mereka sendiri. Biarkan mereka menikmati kepuasan mencela orang lain hingga huthamah yang menjemput mereka.

Karena kita akan diadili bukan akibat perlakuan orang. Kita akan ditimbang atas apa yang kita lakukan.

Tenggelamkan semua dendam dan marah itu dalam lautan kepasrahan pada Sang Penggenggam kehidupan. Biarkan ia hilang ditelan dingin dan gelapnya lautan keihklasan.

Memilih diam tak berarti kalah, memilih diam tak berarti takut. Justru diam terkadang yang menyelamatkan kita dari bahaya besar. Apa guna melawan kalau hanya menghancurkan milik kita. Apa guna menggugat ketika itu semua hanya senda gurau kehidupan dunia semata.

Ukuran bajuku mungkin tak sama dengan ukuran bajumu. Tapi baju kita sama-sama untuk menutup yang tak pantas terlihat oleh rumput. Janganlah membuka baju karena umpatan, yang akhirnya hanya akan membuat semua orang melihat apa yang seharusnya tertutupi.

Tak percaya dengan kesabaran itu umpama tak percaya pagi akan menghampiri di kala malam panjang karena hujan. Karena hakikat sabar itu berusaha menikmati proses yang singgah. Yang aku tau, takkan mungkin kesabaran berbuah buruk, karena saat sabar itu sendiri artinya menikmati yang kata dasarnya adalah nikmat.

Tak perlu larut dalam pedihnya kesusahan. Toh, dalam setiap kesulitan selalu ada dua kemudahan. Paling tidak itu yang dijanjikan Sang Maha Raja.

Toh semua akan baik-baik saja pada akhirnya. Jikapun saat ini belum baik-baik saja, mungkin kita belum ada di ujung cerita.

Tulisan ini pun tentu saja harus diakhiri. Karena di dunia ini, semua hal ada batas waktunya.

Semoga kita bisa menemukan hikah dalam setiap kesempatan yang menyapa.