Bahagia itu ternyata…

0
21

Malam ini ada hal yang menggelitik untuk dicurahkan. Perihal sepele sih, hanya soal persepsi bahagia.

Bahagia ternyata tak sesederhana yang orang kata. Lebih kompleks dari mencari jarum dalam ijuk. Prosesnya bermula dari Indra, diteruskan ke syaraf sensorik, sampai terbaca di pusat koordinasi, otak. Baru otak mampu merefleksikan rasa dengan mengeluarkan hormon “bahagia”, diteruskan ke syaraf motorik agar bisa merespons dengan benar.

Semua akan tergambar lewat bahasa tubuh, gerak wajah, dan tutur kata. Tapi walaupun proses nya kompleks, bahagia itu mudah di dapat, tak perlu jauh mencarinya. Pusatnya ada di segumpal darah yang disebut hati. Hati mampu menyaring racun yang berbahaya, mampu memilah milih mana yang harus diambil dan mana yang harus dibuang.

Selektif sekali demi menjaga metabolisme tubuh. Jika segumpal darah itu rusak, maka akan berdampak pada semua metabolisme tubuh. Bahkan berdampak pada sikap dan tutur bahasa. Bersihkan hati agar selalu menggenggam bahagia dimana pun, kapanpun, dalam kondisi apapun. Seburuk apapun suasana, tak akan berpengaruh sedikit pun pada pribadi yang mampu menjaga hati. Kalau kata seseorang yang saya anggap Abah, harus belajar melawan ‘baper’.

Banyak yang menganggap musuh dalam selimut itu berbahaya. Tapi ternyata, Musuh sesungguhnya itu adalah ‘baper’ qt. Hancurnya hati karena rasa Baper yang dipelihara. Tak perlu berharap empati orang untuk mampu melangkah. Fokuskan pada satu titik cahaya di atas sana yang tak pernah menusuk dari belakang.

Selamat malam kawan, aku akan tetap menjadi kawan mu meskipun berkali-kali kau tikamkan belati di ulu hati. Ku anggap sebagai kegagalpahaman mu tentang makna persahabatan.

Tak perlu Baper pada keadaan, tak gugur satu daun pun dimuka bumi ini tanpa izin Allah.

Tak ada satu rencana Allah yang tidak indah. Hanya menunggu waktu terbaik yang menjadi rahasianya.

Aku coba pahami simpati mu. Semoga saja itu sebagai perwujudan rasa bersalah yang coba kau sembunyikan. Tak perlu bersimpati, aku sudah menggunakan banyak provider lain 😆😆😆

– The End –