Kingdom Animalia bagian 1

0
76

Kingdom animalia memiliki anggota yang paling banyak. Anggotanya adalah semua spesies hewan/binatang/satwa yang ada di alam ini.

Ciri utama yang dimiliki kingdom ini adalah eukariotik, multiseluler, heterotrof, tidak memiliki dinding sel, memiliki jaringan saraf dan otot, dapat bergerak, dan mampu bereproduksi secara seksual.

Klasifikasi animalia didasarkan pada :

A. Jaringan tubuh

Animalia dibedakan menjadi : Parazoa dan Eumetazoa

Parazoa tidak memiliki jaringan atau organ khusus. Kelompok ini hanya satu filum, yaitu Porifera.

Eumetazoa (hewan sejati) memiliki lebih dari satu jenis jaringan yang dapat membentuk berbagai jenis organ tubuh.

B. Simetri tubuh

Berdasarkan simetri tubuhnya dibedakan menjadi dua, yaitu :

Simetri radial, bagian tubuh yang tersusun melingkar. Jika bagian tubuhnya dipotong akan dihasilkan potongan-potongan tubuh dengan bentuk yang sama. Hewan dengan simetri radial ini hanya mempunyai bagian puncak yang disebut sisi oral dan bagian dasar yang disebut sisi aboral 
Simetri bilateral,  bagian tubuhnya tersusun bersebelahan dengan  bagian lainnya. Jika hewan tersebut dipotong melalui mulut dan anusnya, kita akan mendapatkan bagian yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan. Hewan bersimetri bilateral ini mempunyai sisi atas (dorsal) dan sisi bawah (ventral), sisi kepala atau sisi depan yang disebut anterior dan sisi ekor atau sisi belakang yang disebut posterior.  

c. Lapisan Tubuh

Berdasarkan lapisan tubuh yang menyusunnya, hewan dikelompokkan:

Diploblastik, dibangun oleh dua lapisan tubuh  ektoderm dan endoderm

Triploblastik, dibangun oleh tiga lapisan tubuh yaitu ektoderm,  mesoderm dan endoderm. 

Diploblastik dengan Triploblastik

D. Rongga tubuh

berdasarkan rongga tubuhnya, dibedakan menjadi tiga, yaitu:

Aselomata
hewan yang belum mempunyai rongga tubuh, tubuhnya padat tanpa rongga antara usus dan tubuh terluar. Pada hewan semacam ini mesoderm membentuk struktur yang kompak sehingga selom (rongga tubuh) tidak terbentuk. Contoh : Platyhelminthes atau cacing pipih.

Pseudoselomata

Hewan ini mempunyai rongga tubuh semu, mesodermnya belum membentuk rongga yang sesungguhnya karena mesodermnya belum terbagi menjadi lapisan dalam dan lapisan luar. Rongga yang terbentuk berisi cairan yang memisahkan alat pencernaan dengan dinding tubuh bagian luar. Contoh :Rotifera dan Nemathelminthes (cacing gilig)

Selomata

Hewan semacam ini, mesoderm dipisahkan oleh rongga tubuh yang terbentuk menjadi dua lapisan, yaitu lapisan dalam dan lapisan luar. Kedua lapisan tersebut mengelilingi rongga dan menghubungkan antara dorsal dan ventral membentuk mesenterium yang berfungsi sebagai penggantung organ dalam. Annelida sampai Chordata.

Berikut gambar yang menjelaskan  lapisan-lapisan tubuh dan pembentukan rongga tubuh pada invertebrata:

E. Perkembangan Embrionik

ProtostomiaDeuterostomia
pada perkembangan embrionya, pinggiran lekukannya mendekat ke tengah membentuk lubang pada ujung yang membentuk mulut dan anus, lubang pertama membentuk mulut. pada perkembangan embrionya, pinggiran lekukannya mendekat ke tengah membentuk lubang lubang pertama pada blastopora menjadi anus,
contoh: molusca, annelida, dan arthropodaechinodermata dan vertebrata