Materi pembelajaran sosial emosional dan filosofi KHD berkaitan erat karena keduanya bertujuan untuk membantu individu menjadi manusia yang lebih baik dan berkontribusi positif bagi masyarakat. Pembelajaran sosial emosional (PSE) adalah pendekatan pendidikan yang bertujuan untuk membantu murid mengembangkan kemampuan sosial dan emosional yang diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat dengan orang lain, mengelola emosi, dan mengambil keputusan yang baik. PSE bertujuan untuk membantu siswa menjadi pribadi yang lebih berempati, sopan, dan menghargai keragaman budaya.

Sementara itu, filosofi KHD adalah gagasan yang bertujuan untuk membantu individu mencapai kebahagiaan dan makna dalam hidup dengan cara hidup yang bermartabat dan berkeadilan. KHD menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan etika dalam hidup, seperti rasa hormat terhadap orang lain, kesetaraan, kejujuran, dan keadilan.

Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam membantu individu mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, serta memperkuat nilai-nilai moral dan etika dalam hidup. Melalui pembelajaran sosial emosional, murid dapat belajar untuk menghargai perbedaan, berbicara dengan sopan, dan memecahkan konflik dengan cara yang baik. Sementara itu, filosofi KHD memberikan kerangka kerja nilai-nilai etika dan moral yang dapat membimbing murid untuk menjadi pribadi yang lebih berkeadilan, menghargai keragaman, dan hidup bermartabat.

Dengan demikian, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu individu untuk mencapai kebahagiaan dan makna dalam hidup dengan cara yang baik dan positif bagi masyarakat.

Materi pembelajaran sosial emosional (PSE) berkaitan erat dengan materi nilai, peran, dan visi guru penggerak karena mereka semua berfokus pada perkembangan murid secara keseluruhan, termasuk aspek sosial, emosional, dan akademik.

PSE melibatkan pengajaran keterampilan dan strategi yang membantu murid mengembangkan keterampilan sosial dan emosional yang diperlukan untuk sukses dalam kehidupan. Hal ini meliputi keterampilan untuk mengelola emosi, memecahkan masalah, membangun hubungan yang sehat, dan mengambil keputusan yang bijak. Guru penggerak juga bertanggung jawab untuk memfasilitasi pembelajaran ini dan membantu murid menerapkan keterampilan sosial dan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

Selengkapnya dapat di lihat dalam lampiran berikut iniĀ :

Mari diskusi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.