Merindu pulang

0
46
Pulang senja

Kala pagi menata hati menjemput rezeki. Berjibaku kembali dengan deru suara mesin. Berkejaran dengan sang waktu yang melaju cepat tanpa kompromi. Waktu tak pernah menanya kesiapan jiwa melangkah. Dia hanya terus melaju tanpa lelah menggilas jiwa yang berhenti melangkah. Haruskah jiwa ku yang lemah ini ikut menyerah pada sang waktu?

Menyerah adalah selemahnya jiwa. Jangan pernah ada dalam kamus perjalanan takdir.

Nista nya aku jika mendustakan nikmat sang pencipta waktu yang tak sekalipun meninggalkan ku. Hanya karena lelah melangkah, aku tak harus berhenti melangkah. Mengambil jeda sesaat itu tak mengapa.

Menenangkan sendiri kecamuk dalam dada dengan menatap indahnya gemericik hujan pagi ini. Lembut, dingin, tapi gagah. Tak terpengaruh dengan kesibukan pagi yang mengundang emosi. Terus menjalankan perintah Nya dengan semangat dan kelembutan. Jiwa ku tertampar tanpa sengaja, teringat jiwa yang keras, kaku, dan alot. Tapi mengharapkan kelemahlembutan menyiraminya. Hukum alam tak sebegitu indahnya, sayang…

Amarah tidak akan menghentikan semuanya. Mengharapkan cinta, harus menabur cinta. Letih karena cinta tak berbalas itu resiko mencinta. Kelembutan hanya terpancing dengan kelembutan juga. Amarah hanya akan membakar jiwa. Berdamailah dengan hatimu sendiri, wahai jiwa ku yang kecewa. Ada Allah yang selalu mencinta mu, Allah yang selalu merindu mu. Rindu yang sering kali kau abaikan dalam keletihan menjalani rutinitas duniawi. Tak perlu mengharap secuil kasih manusia. Ada lautan kasih sayang yang telah disiapkan sang maha pencinta hakiki.

Hati terpaut pada keriangan dunia, tapi merindu pulang dengan indah. Apakah bekal yang telah disiapkan untuk pulang?

Sementara senja semakin nyata, merayap mendekat, pelan namun pasti. Hati masih terganggu dengan penilaian dunia. Rindu masih terpaut pada makhluknya. Harap pun tertaut pada insan yang tak lain dicipta sama oleh Nya.

Mengapa tak juga sadar akan besarnya kerinduanNya menanti jiwa di sepertiga malam?

Mari diskusi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.