Bukti penghantaran impuls oleh saraf adalah timbulnya Gerakan. Ada dua macam Gerakan yaitu, gerak yang terjadi karena proses yang disadari atau gerak sadar (gerak biasa) dan gerak yang tidak disadari (gerak refleks).
1. Gerak biasa
Merupakan gerak yang disadari dan impuls akan diolah oleh SSP (system saraf pusat) terlebih dahulu sebelum terjadi gerakan.
Contoh : saat berjalan menaiki tangga, maka otak kita akan memerintahkan otot kaki untuk mengangkat kaki.
Proses terjadinya gerak biasa adalah sebagai berikut :

Reseptor sensoris akan meneruskan impuls melalui saraf sensoris menuju ke sistem saraf pusat berupa otak dan sumsum tulang belakang atau medulla spinalis. Di dalam sistem saraf pusat ini impuls akan diolah dan diterjemahkan (terjadi integrasi informasi) sehingga dihasilkan sebuah perintah (respons). Impuls kembali diteruskan ke saraf motorik berupa perintah motoris menuju ke berbagai organ atau kelenjar target, yang secara umum di sebut efektor.
2. Gerak refleks
Gerak refleks adalah gerakan yang tidak disadari atau gerakan yang baru disadari setelah gerakan tersebut terjadi.
Mekanisme hantaran impuls pada gerak refleks mirip dengan gerak biasa akan tetapi impuls pada gerak refleks tidak melalui pengolahan oleh system saraf pusat. Saraf yang ada di otak hanya berperan sebagai konektor saja. Gerak refleks melalui jalan pintas yang di sebut lengkung refleks.

Komponen Lengkung Refleks. (Sumber: Tortora & Derrickson, 2014: 220)
Macam gerak refleks berdasarkan pengklasifikasiannya, antara lain:
- Gerak Refleks Berdasarkan Prosesnya (dipelajari/tidak dipelajari). Terdapat dua tipe refleks menurut prosesnya, yaitu:
- Refleks sederhana atau refleks dasar: refleks yang menyatu tanpa dipelajari, seperti mengedipkan mata pada saat ada benda yang menuju ke arahnya.
- Refleks yang dipelajari atau dikondisikan: refleks yang dihasilkan dari berbuat dan belajar, seperti membelokkan mobil kalau mau menabrak benda. Kita mengerjakan hal tersebut secara otomatis, tetapi hanya setelah banyak berlatih secara sadar.
- Gerak Refleks Berdasarkan Pusat Pengintegrasinya. Terdapat dua tipe refleks menurut pusat pengintegrasinya, yaitu:
- Refleks Kranial: refleks yang diintegrasikan oleh otak. Semua komponen yang diperlukan untuk menyambung input sensorik ke respon motorik pada otak. Contoh: refleks mengedipkan mata.
- Refleks Spinal: refleks yang diintegrasikan oleh sumsum tulang belakang, semua komponen yang diperlukan untuk menyambung input sensorik ke respon motorik berada dalam sumsum tulang belakang.
Mekanisme gerak refleks

