Tak perlu dan jangan pernah tanya mengapa?

Semua adalah takdir yang telah tergaris rapi tanpa cela. Jauh sebelum nyawa bertemu raga, apalagi muka bersua dunia. Inilah suratan yang tak perlu menjadi tanya. Jalani, nikmati, dan wajib disyukuri.

Semua akan indah pada waktunya. Klise, tapi begitulah faktanya. Tak ada hujan yang tanpa reda, tak ada kesedihan tanpa diapit bahagia. Tak perlu menanyakan apalagi sampai menyesalkan. Hidup yang ada sekarang adalah sebuah kebahagiaan yang tak ternilai. Kacamata bahagia mu mungkin tak sama dengan yang lain. Pakai kacamata itu untuk melihatnya, jangan gunakan kacamata orang lain, yang belum tentu sesuai dengan ukuran mu.

Keteraturan

Tak usah menjelaskan siapa diri dan bersikeras memaksa semua mengerti. Percuma menceritakan baik mu pada seorang pembenci, karena rasa benci akan menutup semua sisi baik mu, mengikis semua perjuangan, dan menguapkan semua hal yang kau beri.

Dan pun sebaliknya, tak perlu banyak kata untuk mengungkapkan siapa dirimu padanya yang mencintaimu dengan tulus. Karena siapapun, apapun dan bagaimanapun keadaan mu, cinta tak akan pernah berubah. Cinta mengabaikan semua sisi burukmu, karena ketulusan melunturkan semua harapan lebih.

Perjalanan baik, buruk, manis, pahit, semua adalah guru terbaik. Semua menjadi pendorong kedewasaan mu. Berterima kasihlah untuk semua hal yang telah terlewati. Tak perlu tanya mengapa begini, mengapa begitu. Semua hanya menjalani takdir nya masing-masing.

Aku, Kamu, dan Semua orang, semua benda hidup, atau mati semua berada dalam satu pengaturan. Sang maha Pencipta, pasti memberikan skenario terbaik dalam setiap keteraturannya. Berhenti menanyakan mengapa?

Kasih

Cinta tak perlu dipertanyakan. Mendamba kasih jangan sampai membuat mu harus mengemis dan merendahkan diri. Sayang akan hadir dengan sendirinya di tempat dan waktu yang tepat. Jika kasih sayang tak kau dapatkan, artinya itu waktu dan tempat yang belum tepat.

Tak perlu kau terus mengejar cinta dan kasih sayang manusia. Karena Sang Maha Cinta tak pernah berhenti dan tak akan berhenti mencintai mu. Berhenti menanyakan mengapa manusia tak membalas cinta tulus yang kau beri.

Pemilik cinta telah menggantikan cinta kasih sayang yang kau harapkan dari seseorang yang tak pernah kau dapat. Syukur tak hingga, ada banyak sekali cinta bertebaran dimanapun kakimu melangkah. Mengapa kau masih menuntut harus dari mereka???. Sungguh picik hatimu menilai kemahaluasan kasih sayang Nya.

Hati manusia jangan dipaksa, ada Allah sang Pemilik hati tempat mu meminta segalanya. Terus ketuk pintu langit, saat kau tak lagi mampu mengetuk hatinya yang keras membatu. Terus lantunkan doa-doa yang akan menautkan hati mu pada cinta yang hakiki. Jangan pernah lelah meminta, terus lah berdoa lirih maupun lantang. Semua tak kan pernah ada yang sia-sia. Kebaikan akan kembali pada yang berbuat, sebaliknya keburukan akan berbalik pada pelakunya jua.

Artikel sebelumnya Rindu Pulang…
Artikel BerikutnyaCita, Cinta, dan Kenyataan
Seorang Istri yang kebetulan juga seorang staf pengajar di salah satu Sekolah Menengah Atas di Tangerang. Lahir dan besar di Panggal-panggal, Baturaja, OKU. Menyelesaikan pendidikan di Universitas Lampung FKIP Pendidikan biologi. Sangat bersyukur dengan karunia tiga orang anak.

Mari diskusi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.