Cita, Cinta, dan Kenyataan

0
4

Dalam hidup, kita tentu memiliki cita-cita. Tentang apa yang yang ingin diraih, apa ingin digapai atau ingin menjadi apa. Semua tentu ingin yang terbaik, yang terhebat, bahkan mungkin yang termustahil.

Cinta, pun demikian. Rasanya segala hal di dunia ini dijalankan atas dasar cinta. Bahkan film aksi terdahsyat sekalipun juga tentang cinta. Cinta yang dipendam, cinta yang tak sampai, cinta yang tak lekang waktu. Cinta dan beragam skenarionya.

Namun kadang cita menjadi sangat berat, pun cinta terabaikan, maka kenyataan itu menjadi awan gelap yang siap menjadi badai.

Cita tak selalu sejalan dengan kenyataan. Nyatanya lebih banyak cita-cita yang terhempas oleh kehidupan daripada yang berhasil berlabuh di tujuan.

Cinta pun begitu. Tak selamanya akan indah. Walaupun tentu cinta selalu berbaju bahagia.

Kenyataanlah yang pada akhirnya menjadi raja.

Betapapun, berkata, bercerita tentang cita.
Betapapun, menulis, menggambar tentang cinta.
Pada akhirnya tak ada secuil pun kuasa kita atas kenyataan.

Artikel sebelumnya Jangan tanya mengapa?
Ayah dari satu orang putra dan dua orang putri, seorang biasa-biasa saja yang menyukai Ikan Hias, dan Teknologi. Lahir di Jakarta, besar di Tangerang, dan menuntaskan pendidikan di Bandarlampung. Saat ini sedang belajar mengembangkan perusahaan end-to-end technology enabler.

Mari diskusi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.