Tugas VI Rekayasa Perangkat Lunak, Extreme Programming

  1. Jelaskan mengenai kelebihan dari Extreme Programming (XP) dibandingkan metode lainnya
  • Meningkatkan kepuasan kepada klien
    Hal ini karena komunikasi dalam XP dibangun dengan melakukan pemrograman berpasangan (pair programming). Klien harus dilibatkan dalam proses pengembangan perangkat lunaknya dengan tujuannya untuk memberikan pandangan pengembang sesuai dengan pandangan pengguna sistem yang dibangun.
  • Pembangunan sistem dibuat lebih cepat
    Dengan pengembangan perangkat lunak metode XP, metode yang dipilih adalah metode yang simpel. Pengembangan berfokus pada fitur yang dibutuhkan saat ini dan fitur lainnya yang belum dibutuhkan saat ini akan dikembangkan kemudian hari. Dengan kata lain lebih baik melakukan hal yang sederhana sekarang (sesuai kebutuhan) dan mengembangkannya nanti jika diperlukan.
  • Menjalin komunikasi yang baik dengan client.
    Seperti halnya pepatah jawa “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino”, proses pengembangan dan evaluasi yang selalu terjalin dalam interval waktu tertentu serta berpasangan antara pengembang dengan klien akan membuat komunikasi semakin terjalin. Yang akhirnya dengan begitu akan terjadi kesepahaman yang lebih baik.
  • Meningkatkan komunikasi dan sifat saling menghargai antar developer.
    Feedback dari klien yang selalu dikomunikasikan dalam setiap tahap sedikit banyak membuat klien memahami situasi yang dihadapi oleh pengembang. Hal itu dikarenakan segala informasi yang dikumpulkan dalam setiap interval waktu dan kesalahan-kesalahan yang muncul selama proses pengembangan akan selalu dibahas dan dicari solusinya. Umpan balik tersebut berfungsi sebagai indikator kemajuan proyek dan menginformasikan pemimpin proyek apabila perubahan perlu dibuat.

2. Jelaskan proses pengetesan pada Extreme Programming (XP)

Pada pendekatan XP unit test harus dibuat sebelum pengkodean dimulai. Unit test yang dibuat merupakan implementasi dari kerangka kerja yang memungkinkan untuk dibuat proses otomatisasinya sehingga dapat dieksekusi saat dibutuhkan. Karena proses pengembangan yang sangat fleksibel dan dinamis, unit test ini bisa dijalankan berulang-kali dalam satu hari. Dari hasil tes tersebut pengembang dapat melihat indikasi dari kemajuan ataupun tanda-tanda awal jika ada kesalahan.
Setelah dilakukan tes berulang kali, kemudian akan ada Acceptance test (customer test), yang ditentukan oleh pelanggan dan fokus pada keseluruhan fitur sistem dan fungsionalitas yang dapat ditinjau dan digunakan oleh pelanggan. Acceptance test didapatkan dari dari user stories yang telah diterapkan sebagai bagian dari rilis perangkat lunak.

Welly Rosadi

Ayah dari satu orang putra dan dua orang putri, seorang biasa-biasa saja yang menyukai Ikan Hias, dan Teknologi. Lahir di Jakarta, besar di Tangerang, dan menuntaskan pendidikan di Bandarlampung. Saat ini sedang belajar mengembangkan perusahaan end-to-end technology enabler.

Mari diskusi

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.