Beranda Modul/Buku Biologi Mengamati Perkembangan Lalat Buah (Drosophila melanogaster)

Mengamati Perkembangan Lalat Buah (Drosophila melanogaster)

0
242

Lanjut bercerita tentang pengamatan perkembangan hewan. Saya ambil sampel lalat buah (Drosophila melanogaster) dengan berbagai pertimbangan. Drosophila melanogaster mudah dikembangbiakkan. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan keturunan, dan generasi yang baru dapat dikembangkan setiap dua minggu.

Lalat ini juga mudah didapatkan di alam bebas, biasanya ditemukan pada buah-buahan yang sudah ranum. Makanan lalat buah adalah jamur yang tumbuh pada buah yang busuk. Siklus hidup Drosophila melanogaster relatif singkat, hanya sekitar 2 minggu. Siklus hidupnya dimulai dari telur, satu hari kemudian menjadi larva dan pada tahap larva mengalami empat kali pergantian kulit (instar), tiga hari kemudian larva akan menjadi pupa. Setelah delapan hingga sebelas hari, pupa akan berubah menjadi imago. Imago inilah yang disebut lalat buah dewasa. Beberapa waktu kemudian imago akan bertelur kembali. Siklus hidup Drosophila melanogaster disebut metamorposis sempurna.

Berikut ini sedikit ulasan ciri-ciri yang dapat membedakan Drosophila melanogaster yang jantan dan betina. Hewan jantan ukuran tubuhnya lebih kecil dibandingkan hewan betina. Ujung abdomen jantan runcing sedangkan ujung abdomen betina tumpul. Selain itu juga dapat dilihat dari bintik hitam pada ujung abdomen yang dimiliki Drosophila melanogaster jantan sedangkan pada betina tidak memiliki bintik hitam pada ujung abdomennya.

Lalat buah mempunyai empat stadium metamorfosis, yaitu telur, larva, pupa, dan imago. Telur lalat buah berbentuk bulat panjang, berwarna putih, dan diletakkan berkelompok 2-15 butir pada buah-buah yang agak tersembunyi atau tidak terkena sinar matahari langsung, serta pada buah yang agak lunak dan permukaannya agak kasar.

Seekor lalat buah betina dapat meletakkan telur 1–40 butir/hari, dengan jumlah 1.200 -1.500 butir. Telur lalat buah berukuran sekitar 0,5 mm. pada ujuang anteriornya, terdapat sebuah lubang yang disebut “micropyle” dan dibatasi oleh dua sampai empat buah tonjolan yang memanjang berbetuk sendok. Telur tersebut dibuahi di dalam tubuh dan sperma masuk melalui “micropyle”. Telur yang baru dikeluarkan, pada umumnya sudah memasuki tahap blastula atau tahap lebih lanjut apabila proses peneluran terganggu.

Telur tersebut mengalami perkembangan selama kurang lebih 24 jam dan menetas menjadi larva. Drosophila melalui tiga tahapan larva, dimana larva makan, tumbuh, dan larva berganti kulit (terkelupas lapisan luarnya yang keras). Larva berwarna putih keruh, berbentuk bulat panjang dengan salah satu ujungnya runcing.

Larva hidup dan berkembang dalam daging buah selama 6 – 9 hari, menyebabkan buah menjadi busuk. Apabila larva sudah dewasa, kemudian akan keluar dari buah dan memasuki stadium pupa tepat di bawah permukaan tanah. Pupa berwarna kecoklatan, berbentuk oval dengan panjang 5 mm (Anonim , 2008). Pupa (kepompong) berbentuk oval, warna kecoklatan, dan panjangnya 5 mm.  Masa pupa adalah 4—10 hari dan setelah itu keluarlah serangga dewasa (imago) lalat buah. Imago lalat buah rata-rata berukuran 0,7mm x 0,3mm dan terdiri atas kepala, toraks dada, dan abdomen. Toraks terdiri atas 3 ruas; berwarna oranye, merah kecoklatan, coklat, atau hitam dan memiliki sepasang sayap.