Menjalankan aplikasi Laravel di shared hosting

Ada beberapa cara agar aplikasi berbasis Laravel yang sudah kita buat bisa di publish ke Internet. Pertama, kita bisa menyewa Virtual Private Server (VPS), yaitu kita layaknya memiliki server pribadi yang keseluruhan resource-nya terdedikasi untuk kita. Kedua, dengan menyewa layanan shared hosting yang saat ini ada banyak penyedia jasanya.

0
147
Menjalankan laravel 5 di shared hosting

Ada beberapa cara agar aplikasi berbasis Laravel yang sudah kita buat bisa di publish ke Internet. Pertama, kita bisa menyewa Virtual Private Server (VPS), yaitu kita layaknya memiliki server pribadi yang keseluruhan resource-nya terdedikasi untuk kita. Kita bisa dengan bebas melakukan konfigurasi apapun pada VPS tersebut. Kedua, dengan menyewa layanan shared hosting yang saat ini ada banyak penyedia jasanya.

Kemarin-kemarin kita sudah membahas bagaimana menjalankan Laravel di local komputer menggunakan XAMPP. Lalu kita juga sudah belajar dasar-dasar fungsi dalam aplikasi berbasis Laravel. Sekarang kita akan membahas langkah selanjutnya, yaitu upload dan jalankan aplikasi yang sudah dibuat ke Internet.

Nah, sesuai dengan judul, kali ini kita akan belajar bagaimana menjalankan aplikasi berbasis laravel kita di sebuah shared hosting. Terima kasih kepada niagahoster.co.id -penyedia jasa web hosting cepat & unlimited di Indonesia- yang sudah meminjamkan kepada kami sebuah akun di layanan shared hostingnya untuk dijadikan laboratorium.

Di akhir tulisan ini kami punya kode kupon untuk mendapatkan tambahan diskon sebesar 5% untuk layanan yang kamu aktifkan di Niagahoster.

Oh iya, sebelum mulai dengan caranya, saya berasumsi aplikasi laravel yang akan di upload dalam keadaan sudah bisa berjalan di localhost. Lalu di artikel ini, saya menggunakan Laravel 5.8 dimana seharusnya juga relevan dengan Laravel versi 5 lainnya.

Dalam artikel ini menyelimuti beberapa hal diantaranya bagaimana men-compress folder project, lalu me-upload ke hosting, sedikit tweak file, melakukan backup dan restore mysql.

Mari kita mulai…

Tahap pertama: Persiapan localhost

  1. Buka folder dimana project localhost kita jalankan, lalu compress menjadi sebuah file zip atau file compress lainnya yang didukung oleh server hosting kita. Dalam tulisan ini saya menggunakan format tgz. Saya sarankan yang di compress merupakan satu folder utuh termasuk file .htaccess yang ada di dalamnya.
  2. Backup database MySQL di localhost lalu compress filenya. Sehingga sekarang ada dua file yang sudah di compress, folder aplikasi dan juga file dump dari database.
Menjalankan aplikasi Laravel 5 di shared hosting

Tahap Kedua: Shared hosting

  1. Buka server shared hosting yang kita miliki lalu pilih File Manager.
Menjalankan aplikasi Laravel 5 di shared hosting

Yang tampilannya kurang lebih seperti ini:

File manager shared hosting

2. Masih di direktori utama tersebut, pilih menu upload yang ada di toolbar, lalu upload file poject yang sudah di compress tadi (dalam tulisan ini berarti file karedok.tgz).

3. Ekstrak filenya. Pastikan upload dan ekstrak filenya di direktori akun hosting kita bukan di folder public_html. Sehingga di file manager kita ada tambahan satu file yg kita upload dan juga folder hasil ekstrak.

Direktori

4. Sekarang masuk ke folder hasil ekstrak tadi (di tulisan ini berarti karedok) lalu copy semua file yang ada di dalam folder public ke folder public_html.

direktori
direktori

5. Di folder public_html, cari file index.php lalu edit file tersebut. Caranya bisa dengan klik kanan lalu pilih edit, atau klik file lalu pilih edit melalui menu toolbar.

Setelah terbuka, perhatikan baris 24 dan 38. Ubah dua baris tersebut dari yang tadinya

require __DIR__.'/../vendor/autoload.php';
...
$app = require_once __DIR__.'/../bootstrap/app.php';

menjadi

 require __DIR__.'/../karedok/vendor/autoload.php';
...
$app = require_once __DIR__.'/../karedok/bootstrap/app.php'; 

Silakan sesuaikan bagian yang saya tebalkan.

Sampai disini, seharusnya aplikasi laravel kita sudah bisa diakses melalui internet.

welcome page laravel

Tahap Ketiga: Migrasi database

Jika aplikasi yang kita buat hanya sebatas halaman statis, sampai tahap kedua tadi sudah selesai. Tahap ketiga ini dilakukan untuk menyalin database yang sudah kita backup di komputer lokal ke hosting.

Satu hal yang saya sukai di Laravel adalah memungkinkan kita untuk membuat database hanya dengan satu perintah yaitu php artisan migrate. Yang mana dengan perintah itu, kita bisa dengan mudah membuat seluruh tabel database dalam satu langkah. Sayangnya kita tidak bisa menjalankan perintah tersebut tanpa menggunakan SSH dan tulisan ini membahas bagaimana menjalankan Laravel di shared hosting. Namun tidak usah khawatir, karena kita tetap bisa melakukannya dengan mudah.

Oh iya, di awal saya sudah menyinggung kalau shared hosting yang digunakan di tulisan ini disediakan oleh niagahoster.co.id penyedia jasa web hosting cepat & unlimited di Indonesia. Karenanya mungkin halaman awal yang ditampilkan berbeda dengan cpanel yang umumnya. Tapi, tenang saja… Karena itu hanya halaman dengan shortcut ke menu-menu cpanel yang esensial dan ini sangat membantu. Karena kita tidak perlu mencari-cari fitur yang utama dari sekian banyaknya fitur yang disediakan oleh cpanel.

Untuk menampilkan semua menu fitur cpanel, kita cukup sedikit scroll ke bawah lalu pilih icon Control Panel dengan nama menu All Features, maka kita akan menemukan control panel hosting yang seperti biasanya.

control panel

Umumnya, penyedia jasa shared hosting menyediakan phpmyadmin dan manajemen database. Kita akan menggunakan fitur tersebut. Jangan lupa siapkan pensil dan kertas untuk menulis nama database, username dan password.

  1. Pilih MySQL Database Wizard di dalam kelompok menu Database
database wizard

2. Isikan nama database yang diinginkan lalu klik tombol Next step

database wizard - create database

3. Isikan nama user beserta password untuk akses ke database lalu klik tombol Create user

database wizard - create user

4. Berikan hak akses penuh user tersebut ke database yang kita buat dengan ceklis pilihan All privileges lalu klik tombol Next step

database wizard - add user to database

Database & user berhasil dibuat.

Sekarang kita impor database dari localhost ke hosting. Caranya dengan masuk ke menu phpmyadmin, lalu

  1. Pilih nama database yang sudah kita buat tadi dengan klik nama database melalui menu sebelah kiri,
  2. Pilih menu import dari toolbar menu sebelah atas.
impor database

3. Di halaman import, klik tombol browse, pilih database yg sudah di backup dari localhost, lalu klik tombol Go.

imppor database

Jika berhasil, maka akan ada notifikasi kalau import success. Misalnya:

  Import has been successfully finished, 24 queries executed. (karedok.sql.zip) 

Sekarang kita harus merubah konfigurasi database di laravel agar menggunakan database yang barusan kita impor. Caranya:

  1. Buka File Manager,
  2. Buka folder karedok di root folder.
  3. Edit file .env dan sesuaikan bagian Database.
 DB_CONNECTION=mysql
 DB_HOST=127.0.0.1
 DB_PORT=3306
 DB_DATABASE=u7772376_karedok_lara
 DB_USERNAME=u7772376_karedok
 DB_PASSWORD=password_kamu

Sampai sini kita sudah melakukan konfigurasi penyesuaian database yang akan digunakan oleh Laravel. Untuk melakukan pengetesan, kita akan coba buat satu user untuk login ke aplikasi yang sudah kita buat. Caranya dengan membuka halaman register, domain.kamu/register , isikan formulir yg tersedia, lalu klik tombol register.

Menjalankan aplikasi Laravel 5 di shared hosting

Jika berhasil akan langsung diarahkan ke halaman home seperti ini:

Menjalankan aplikasi Laravel 5 di shared hosting

Sekarang coba kita buka phpmyadmin lalu pilih table users.

Menjalankan aplikasi Laravel 5 di shared hosting

Yuhu… Datanya sudah tersimpan, yang artinya aplikasi sudah bisa kita gunakan…

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat…

Silakan gunakan kode kupon a-Karedok5 untuk mendapatkan tambahan diskon sebesar 5% untuk setiap layanan yang kamu aktifkan di Niagahoster.co.id.

Mari diskusi

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.